12/06/2021

AGUS HILMAN: Biaya Pemasangan SR Memang Gratis, Tetapi Biaya Transportasi Tidak Ada Anggarannya

MUSI RAWAS- Biaya pemasangan Sambungan Rumah (SR) air bersih di Desa Taba Remanik, Kecamatan Selangit dipungut oleh petugas PDAM sebesar Rp 50 ribu per-Kepala Keluarga (KK). Namun, sebenarnya pemasangan tersebut adalah gratis yang sudah dibebani oleh Pemerintah.

Sehingga hal tersebut dikeluhkan bagi warga yang tidak mampu. Apalagi saat ini harga karet dan kopi sangat turun drastis, karena didesa tersebut rata-rata mata pencariannya sebagai petani karet dan kopi.

Seperti di katakan, Rud (32) warga setempat mengatakan bahwa warga dimintai oleh petugas Pam sebesar Rp 50 ribu, untuk biaya pendaftaran. Dan uang tersebut disetor ke Pemerintah Desa (Pemdes).

“Jadi kami bingung ada yang bilang gratis, dan ada juga bilang bayar. Karena sosialisasi dari Pam kurang kepada warga,” kata Rud kepada awak media, Selasa (15/10).

Menurut Rud, jika saja pemasangan awal dan pendaftarannya gratis. Tentu banyak warga yang ingin memasang, karena itu bayar jadi warga tidak mau.

“Kalau bayar bulanannya tentu warga sanggup, dan juga para petugas itukan sudah digaji. Masih saja meminta kepada warga untuk biaya transportasi, pada hal sudah jelas pemasangan SR itu gratis,” ucap pria tinggi ini.

Selain itu, pipa saluran air bersih yang dibangun di pinggir jalan  juga mengganggu akses masyarakat, karena penggaliannya membuat jalanan jadi sempit bahkan tidak bisa dilewati. Walaupun seusai pengalian dilakukan penutupan kembali, namun kondisi jalanan tidak kembali seperti semula.

Terpisah, Kepala BLUD SPAM Mura, Agus Hilman menjelaskan bahwa rencananya pemasangan pipa SR didesa tersebut sebanyak 400 SR. Adapun syarat pendaftarannya, foto copy KTP, KK, menandatangani surat pernyataan menjadi pelanggan bermaterai 6000. Setelah itu, pihaknya mengecek kelokasi apakah tersedia jaringan pelanggan atau belum.

Jadi, mengenai biaya pendaftaran yang dipungut oleh petugas itu memang biaya pasang ke rumah warga dan biaya material gratis. Akan tetapi untuk biaya materai, map, transportasi material, survei lokasi, tidak ada anggarannya.

“Jadi,  hal tersebut dibebankan kepada calon pelanggan semuanya,” jelas Agus melalui WhatsApp. (dlt)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: