19/04/2021

Ini Alasan Ibu Masukan Bayi ke Dalam Mesin Cuci hingga Meninggal

PALEMBANG –  Tersangka ST yang memasukkan bayi yang baru dilahirkanya ke dalam mesi cuci hingga meninggal dunia, Senin (4/11).  ST mengaku hal itu dilakukan agar tangisan bayi tidak terdengar orang yang berada di dalam rumah.

Diketahui bahwa asisten rumah tangga yang bekerja di Palembang ini hamil di luar nikah.
ST bahkan melakukan persalinan sendiri di kamar mandi.

Saat itu tersangka melahirkan sendiri tanpa adanya bantuan dari pihak lain. Proses persalinan itu berlangsung di tempat dirinya bekerja, yakni di rumah majikannya.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut bahwa usai menjalani pemeriksaan oleh petugas, ST akhirnya ditetapkan sebagai tersangka tunggal atas kekerasan terhadap anaknya hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Saat itu  ST mengaku tidak berniat untuk membunuh bayi yang baru dilahirkannya. Ia hanya sementara memasukkan bayinya ke dalam mesin cuci. Rencananya mau dibawa ke panti asuhan.

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannha dan melahirkan bayinya secara sembunyi-sembunyi. Ini karena bayi tersebut merupakan hasil hubungan dengan pacarnya, AD,” kata Didi Hayamansyah.

Sementara, AD kabur entah kemana setelah mendengar kabar ST hamil. ST kemudian berupaya menutupi kehamilannya, hingga tak ada seorangpun yang tahu.

“Tersangka dijerat dengan pasal 76 huruf E Undang-undang nomor 35 tahun 2015 tentang kekerasan terhadap anak,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, bayi laki-laki tewas setelah dimasukkan ke dalam mesin cuci oleh ibunya, ST yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Palembang.

Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh rekan ST. Dia mendengar suara tangis bayi, setelah sumber suara diiikuti, ia membuka mesin cuci dan terkejut melihat bayi itu ada di dalam mesin cuci.

Setelah itu bayi kemudian dibawa ke ke Rumah Sakit Siloam Palembang untuk menjalani perawatan. Namun, karena kondisinya yang lemah. Bayi ini akhirnya meninggal dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum. (*)

Sumber: Kompas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: