19/01/2021

Empat Tahun Kepimpinan H2G Ber-Arti, Musi Rawas Lepas dari Daerah Tertinggal

DIAWALI Dengan Tari Sangkek dan Lagu Daerah berjudul Lakitan, Ekspose empat tahun kepemimpinan Bupati Musi Rawas (Mura), H Hendra Gunawan dan Wakil Bupati Mira, Hj Suwarti dihadiri ribuan masyarakat dan jajaran pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura.

Ekspose empat tahun kepemimpinan  Hendra Gunawan-Suwarti ini dilaksanakan di Pendopoan Bupati Mura, sekira pukul 10.00 WIB, Kamis (27/2). Dan dihadiri para Forkompinda Mura serta para OPD di lingkungan Kabupaten Mura, perwakilan perusahaan serta para camat, lurah, kades serta tamu undangan.

Dalam acara tersebut, Hendra Gunawan-Suwarti  menyerahkan ratusan penghargaan bagi ASN kategori terbaik di seluruh bidang, dan kepada organisasi jurnalis support terbaik, Dinas-dinas berprestasi, penghargaan kepada pelopor motif batik Mura, perusahaan-perusahaan inovasi terbaik, perusahaan dengan ketaatan terbaik, Kepala Desa serta Lurah serta masih banyak lagi.

Bupati Mura, Hendra Gunawan didampingi Wakil Bupati Mura, Suwarti menyapa seluruh ribuan yang hadir yang memiliki semangat membangun hingga empat tahun kepemimpinannya.

Dalam kesempatan itu juga, H2G juga mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional (HPN) yang selalu diperingati pada 9 Februari setiap tahunnya, disambut oleh tepuk tangan hadirin dan undangan.

H2G juga mengapresiasi kinerja para Kades, Lurah, Camat, Aktivis, serta seluruh jajaran di Pemerintahan Mura yang telah banyak berkontribusi bersama membangun Mura Sempurna.

“Kita ingin masyarakat Mura Sejahtera, Mura Makmur, dan Mura  Maju,” kata Hendra Gunawan.

Menurutnya, setelah dilantik mendapatkan amanah dari gubernur ada enam yang harus dilakukan dimasa kepemimpinan diantaranya, menurunkan angka kemiskinan, tuntaskan bangunan infrastruktur, meningkatkan akses di bidang pendidikan, dibidang kesehatan, meningkatkan perekonomian serta mengurangi karhutla.

“Pertama menurunkan angka kemiskinan saat ini angka kemiskinan sudah mulai turun dari sebelumnya. Kemudian mengenai daerah tertinggal dari 2015 di tahun 2018 kita sudah lepas dari daerah tertinggal,” jelasnya.

H2H sapaanya juga terus mengajak masyarakat Mura untuk membangun daerah, karena masih banyak yang dapat dilakukan agar terciptanya Mura Sempurna. (ADV/dlt)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: